5 Hal Yang Sering Menjebak Dalam Kehidupan Manusia

2 min


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dalam kehidupan ini sering kali kita merasakan, kok sepertinya hidup ini berlangsung begitu cepat, teman-teman pasti merasa dan pernah berucap, “Gak terasa yah, kayaknya baru kemarin kita bertemu”, kayaknya baru kemarin yah menikah, sekarang sudah punya cucu”, “Kayaknya baru kemarin yah kita sama-sama sekolah SD, sekarang kita sudah bekerja di tempat yang sama”, kayaknya baru kemarin, kemarin dan kemarin itulah Dunia. Karena itu sifatnya pun hanya akan terjadi lewat melalui 5 akifitas yang menyenangkan, semua yang menyenangkan di Dunia ini itu sifatnya singkat dan dekat itu cuma 5 hal, 5 hal inilah yang sering menjebak kita dalam kehidupan di Dunia sehingga kita tidak sempat untuk mempersiapkan bekal untuk keabadian akhirat yang selanjutnya.

Senang Dengan Permainan dan Sibuk Bermain

Banyak dari kita yang sangat senang sekali dengan permainan, sering kita lupa segalanya kita sudah masuk dalam permainan, sering juga ada kehidupannya di isi dengan main saja, apalagi di zaman era gadget sekarang ini, baik yang muda maupun tua banyak terlena dengan permainan dan mereka semua menikmati itu. Saking asiknya kita bermain sampai-sampai lupa untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti. Padahal manusia itu diciptakan tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sibuk Sesuatu yang Tidak Ada Manfaat Untuk Akhirat

Kadang kita sering tidak sadar, kita sering melakukan kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol kesana kemari, yang akhirnya berujung sampai ada yang ngobrolin orang lain, mencela orang, membicarakan kejelekan orang. Rasanya sayang sekali kata-kata kita ini hanya untuk melakukan obrolan yang tidak ada manfaatnya. Bahkan Allah menekankan jika kita membicarakan saudara kita maka mereka seperti memakan bangkai saudara sendiri. Parahnya lagi pahala kebaikan yang kita miliki akan berpindah ke orang kita bicarakan, Na’uzdu billah.

Sibuk Bergaya

Sekarang ini berapa banyak orang mencari pekerjaan hanya untuk gaya, update status demi untuk meningkatkan status kehidupan, anehnya lagi sekarang ini penghormatan kepada seseorang ditentukan oleh status, bukan nilai-nilai kebaikan yang positif yang di miliki oleh seseorang. Makin kaya seseorang makin di hormati, makin popular dihormati, bahkan kadang-kadang orang makin nyeleneh eh malah makin dihormati, maka ada yang paling berbahaya ada orang yang mempertahankan statusnya demi gayanya, ini yang akan membuat orang itu menjadi lebih sulit. Sehingga membuat dirinya terlena dan akhirnya lupa akan kewajibannya kepada Allah SWT.

Saling Berlomba Berbangga-Bangga

Update status untuk menaikkan status sosial supaya dianggap hebat, contoh: Kuliah untuk apa? Lulus supaya dikenal saya IPK paling bagus. Kerja untuk apa? Supaya terangkat statusnya, di pandang hebat dan sukses oleh orang, kalau pekerjaan kita hanya untuk mengangkat dan merubah status, dan tidak pernah berfikir untuk mengharapkan ridho Allah, maka kita sedang tertipu dengan urusan dunia, dan semua nilai pekerjaan yang kita lakukan tidak akan bernilai di hadapan Allah SWT. Padahal yang paling hebatnya lagi adalah ketika kita melakukan pekerjaan untuk mencari nafkah dan diniatkan karena Allah, maka Demi Allah mulai setiap langkah pertamanya itu sudah dihitung pahalanya dan itu juga dapat meningkatkan taqwa oleh Allah SWT.  Maka mulai saat ini perbaiki niat jadikan apa yang sedang dan akan kita lakukan, baik itu pekerjaan, sekolah dan lainnya luruskan niat Karena Allah SWT.

Sibuk Mengumpulkan Harta

Kita sering beranggapan bahwa Dunia terasa menyenangkan jika banyak harta dan banyak keturunan. Harusnya kita berlomba untuk kebaikan akhirat ini sebaliknya kita berlomba mengumpulkan harta. Ini yang paling banyak saat ini, yang kerja sibuk ngumpulin harta, ada lagi yang paling bahaya ketika seseorang mendakwahkan urusan akhirat tapi tujuan urusan dunia.

Nah teman-teman saat ini coba kita renungkan betapa banyak sekarang ini yang menjadi ukuran kebahagian adalah, ketika banyak harta, punya pasangan cantik dan popular, punya handphone baru, mobil baru, rumah baru, kemudian update status. Demi Allah itu hanyalah Fatamorgana dan kehidupan dunia ini hanya sementara. Mudah-mudah artikel ini bisa bermanfaat.

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *