Jangan Menyerah Dalam Berbisnis, Jadikan Kegagalan Sebagai Pelajaran

2 min


Sudah tertanam dalam tradisi orang Indonesia kenapa banyak yang tidak mau berbisnis. Jawabannya, pasti takut dengan yang namanya kegagalan. “Lebih enak kerja jadi karyawan atau pegawai negeri. Resikonya kecil. Paling banter diomeli bos!”

Karena banyak yang berfikiran seperti itu, maka orang Indonesia yang terjun ke dunia bisnis juga tidak banyak, dibandingkan yang kerja kantoran atau pegawai negeri. Selebihnya yah, banyak yang sekedar niat saja, tapi tidak mau merasakan yang namanya kegagalan dalam berbisnis.

Iya sih, yang namanya berbisnis itu lebih dekat dengan kegagalan. Dan memang tidak ada juga pengusaha yang menjalani bisnisnya lempeng-lempeng saja atau tanpa hambatan dan kendala apapun. Cuma bagi jiwa pebisnis yang sudah ngelotok kegagalan adalah bukan akhir dari segalanya. Justru kegagalan dapat dijadikan pelajaran yang mahal yang tidak bisa didapatkan di bangku sekolah.

Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pernah menulis di buku bigrafinya soal kegagalan. “Jalan hidup saya jelek dan licin, kaki saya sering tergelincir. Tetapi saya bangun kembali, dan mengatakan pada diri saya sendiri, ini hanya tergelincir dan bukan suatu kejatuhan”. Kalau di simak sepertinya dia santai banget menyebut kegagalan hanya sekedar ‘tergelincir’ bukan kiamat. Inilah dia sikap pemenang sejati, yang sudah tertanam dalam dirinya bahwa hidup tidak menjadi berantakan karena kegagalan bisnis. Yang ada malah sebaliknya semakit kuat dan bangkit untuk siap berperang lagi.

Di sadari atau tidak, kegagalan berbisnis itu sebenarnya hanyalah suatu ‘latihan’ untuk membangun kehlian dan kepercayaan diri lagi, melewati deretan kegagalan secara tidak langsung sama dengan membangun ‘chemistry’ sama bisnis yang dijalani. Sebagai contoh almarhum Bob Sadino beliau saja pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya.

Dari situ dia simpulkan, seseorang belum bisa dianggap sukses jika dirinya belum mengalami kegagalan berkali-kali, jatuh terus-terusan, sampai di satu titik dia bangkit dan akhirnya menikmati yang namanya keberhasilan. Nah, sudah saat nih kita rubah mindset kita, jadikan sudut pandang kegagalan berbisnis itu akan membawa pada kenikmatan dan kesuksesan. Kita tidak akan bisa membedakan yang namanya sukses itu seperti apa sebelum merasakan kegagalan. Emang teori sih gampang banget ya, tapi bagaimana cara agar bisa bangkit dari kegagalan bisnis? Berikut kami berbagi dengan beberapa tips bangkit dari kegagalan dalam berbisnis:

Ikhlas

Ikhlas itu adalah skill yang perlu dilatih. Dengan ikhlas, maka hati kita akan lebih mudah menerima kegagalan, lewat keihklasan juga, hati kita bakal lebih mudah menerima kenyataan pada saat mengalami kegagalan. Ini juga dapat menjauhkan diri dari mencari kambing hitam.

Ketika ikhlas itu sudah kita miliki, yang kita dapatkan selanjutnya adalah memudahkan mendapatkan hikmah dari kegagalan, hikmah ini di perlukan agar kita tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama di kemudian hari. Di saat itu juga, ikhlas akan menuntun diri kita menjadi lebih berfikir positif, dengan manganggap bahwa kegagalan itu adalah petunjuk untuk menuju jalan kesuksesan.

Kegagalan Bukan Akhir Segalanya

Kegagalan yang sudah dialami bukan akhir hidup, justru sebaliknya jadikan bagian terbaik dan jadikan sebagai petunjuk pada jalan yang sama sekali tidak disangka sebelumnya. Artinya kegagalan mempunyai potensi untuk menciptakan pilihan-pilihan baru.

Hal ini pernah dialami oleh pendiri Apple, Steve Jobs, dia bisa sukses setelah sudah berkali-kali gagal dalam bisnis komputernya, bahkan dia sampai diusir dari perusahaan yang dia dirikan sendiri. Ini adalah contoh bagaimana pebisnis mengambil hikmahnya dari kegagalan sehingga merangsang dirinya untuk lebih kratif lagi dan menemukan tantangan baru.

Jadikan Kegagalan dalam Bisnis Jadi Kekuatan

Jadi orang paling malang sedunia! Kata lain bagi orang yang merasa bisnisnya gagal. Kalau sudah merasa begitu, itu bagus namanya! Itu pertanda positif dan jadikan kemalangan akibat bisnis yang gagal jadi kekuatan. Hal ini harus kita syukuri karena kegagalan menjadi indikator selangkah lagi mencapai kesuksesan. Kegagalan adalah tempaan agar lebih kuat, lebih pintar, lebih percaya diri  ke depannya.

Ingat satu hal lagi, bisnis yang didapat dengan cara instan pasti sulit bertahan lama. Sedikit goncangan saja bakal ambruk. Beda dengan bisnis yang dibangun dengan tempaan kegagalan, kemungkinan besar bakal kuat bertahan. Terlepas semua motovasi untuk bangkit itu, tetap harus diakui gagal berbisnis itu menyakitkan. Bukan cuma soal ‘merugi’ dari sisi finansial, tapi juga menyerempet dari sisi psikologis. Hanya, apakah mau bermuram durja seterusnya?

Tenang saja masih ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya. Di ujung sana, kesuksesan sudah menanti, namun tetap jangan terus-terusan gagal. Itu lain namanya itu sama saja membudayakan kegagalan. Terus berjuang dan tetap semangat mewujudkan impian.


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

2 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. kenapa orang tua kita dikebanyakan, memberikan saran kepada kita untuk bekerja disebuah perusahaan ? dibandingkan untuk pergi berwirausaha ?
    Mohon dijawab master,

    Trims

    1. Karena orang tua tidak mau melihat anaknya gagal dalam berwirausaha dan sudah menjadi budaya di indonesia dan lebih mengutamakan status. ini kalau menurut saya.