Kisah Ahli Ibadah dan Tipu Daya Iblis

5 min


Dikisahkan hiduplah seorang ‘abid (ahli ibadah) dari kalangan Bani Israil yang paling tekun dalam beribadah. Suatu waktu ada empat bersaudara salah satunya perempuan. Ketiga saudara laki-lakinya hendak berangkat jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka kebingungan kepada siapa lagi mereka akan meninggalkan saudara perempuannya dan kepada siapa mereka merasa aman untuk menitipkan saudara perempuannya itu.

Setelah di rembukan bersama, akhirnya mereka sepakat untuk meninggalkan saudara perempuan mereka pada seorang ahli ibadah pada masa itu. Menurut mereka dialah orang yang dapat dipercaya. Kemudian mereka mendatangi ahli ibadah tersebut dan memintanya agar mereka diperkenankan untuk menitipkan saudara perempuan mereka, sehingga saudara perempuan mereka berada dalam pengawasan si ahli ibadah sampai mereka kembali dari perjalanan.

Awalnya, ahli ibadah tersebut sangat menolak permintaan mereka dan memohon perlindungan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari mereka dan dari saudara perempuannya. Tetapi karena mereka terus mendesak akhirnya ahli ibadah pun menuruti keinginan dan menerima permintaan mereka. Ahli Ibadah berkata kepada saudara laki tersebut, “Tempatkanlah saudara perempuanmu di rumah dekat tempat ibadahku.” Lantas mereka menempatkan saudara perempuan mereka di rumah tersebut, kemudian mereka pergi meninggalkannya.

Mulai Tinggal Bersama dan Dimulainya Tipu Daya Setan

Maka perempuan tersebut tinggal bersama si ahli ibadah tersebut selama beberapa waktu. Ahli ibadah itu pun selalu turun dari tempat ibadahnya untuk membawakan makanan. Kemudian dia memanggil perempuan tersebut, lalu si perempuan keluar dari dalam rumah untuk mengambil makanan yang dihidangkan kepadanya.

Tipu Daya Pertama

Iblis mulai membisikinya, inilah saatnya menebarkan tipu dayanya, seolah-olah senantiasa memberi motivasi kepada ahli ibadah untuk berbuat kebaikan. Iblis membisikkan rasa iba kepada ahli ibadah, jika perempuan tersebut keluar dari rumahnya di siang hari, dan menakut-nakutinya jangan sampai ada seorang pun yang melihat perempuan tersebut. Akhirnya, si ahli ibadah mengunci perempuan tersebut.

Tipu Daya Kedua

Iblis berkata: “Seandainya engkau mau datang membawa makanan untuknya dan engkau letakkan di pintu rumah yang ditinggali perempuan tersebut, niscaya engkau mendapat pahala yang besar.” Iblis pun terus-menerus membisikan hal tersebut, hingga akhirnya dia berjalan ke tempat perempuan tersebut dengan membawa makanan serta meletakkannya di pintu rumah tanpa mengajak bicara perempuan tersebut. Ahli ibadah mengikuti dan melakukan hal ini selama beberapa waktu.

Tipu Daya Ketiga

Setelah berhasil Iblis datang lagi untuk melakukan tipu daya pada si ahli ibadah, “Seandainya kamu mau berbicara dan mengobrol dengan perempuan tersebut, maka pasti dia merasa terhibur dengan obrolanmu lantaran dia sedang kesepian.”

Begitu seterusnya tanpa henti Iblis terus-menerus membisikinya, hingga akhirnya si ahli ibadah pun mengikutinya dan mulai berbincang-bincang dengan perempuan tersebut dalam beberapa waktu. Si ahli ibadah itu pun selalu memandangi perempuan tersebut dari atas tempat ibadahnya.

Tipu Daya Keempat

Tidak selesai sampai disitu, setelah berhasil iblis membisikan tipu dayanya lagi, “Seandainya engkau mau turun menghampirinya, lalu engkau duduk di pintu tempat ibadahmu lalu berbicara dengannya dan dia duduk di pintu rumahnya berbicara denganmu, saya yakin hal ini lebih baik dan lebih menghibur dirinya.” Iblis senantiasa membisikinya, hingga akhrinya iblis berhasil membuat si ahli ibadah turun dan duduk di depan pintu tempat ibadahnya untuk berbicara dengan perempuan tersebut dan demikian pula sebaliknya. Perempuan tersebut keluar dari rumah sehingga dia duduk di pintu rumah. Mereka berdua pun melakukan hal ini selama beberapa waktu.

Tipu Daya Kelima

Kemudian iblis datang lagi. Ia memperdayai ahli ibadah seolah hendak melakukan kebaikan dan meraih pahala ketika dia melakukan itu semua terhadap perempuan tersebut. Iblis membisikkannya lagi, “Seandainya kamu keluar dari pintu tempat ibadahmu, lalu kamu duduk di dekat pintu rumah perempuan tersebut untuk temani berbincang-bincang dengannya, siapa tahu itu akan lebih menghibur dan akan lebih baik bagi perempuan itu.” Iblis senantiasa membisikkan hal tersebut sampai akhirnya si ahli ibadah melakukannya dalam beberapa waktu.

Tipu Daya Keenam

Iblis datang lagi seakan menambah memotivasi untuk melakukan kebaikan seraya membisikkan, “Andai saja kamu mau berdekatan dengannya, duduk di pintu rumahnya untuk berbincang-bincang dengannya tapi si perempuan tidak perlu keluar dari rumahnya.”

Lantas dia pun melakukan hal tersebut. Dia pun turun dari tempat ibadahnya dan berdiri di pintu rumah si perempuan dan berbincang-bincang dengannya. Mereka berdua pun kembali terus melakukan hal tersebut selama beberapa waktu.

Tipu Daya Ketujuh

Selanjutnya, iblis datang lagi membisikinya, “Andai saja kamu mau masuk ke dalam rumah perempuan tersebut, lalu kamu berbincang-bincang dengannya dan kamu tidak membiarkan dirinya menampakkan wajahnya kepada seorang pun, niscaya hal tersebut lebih baik bagimu.”

Iblis terus-menerus membisikinya, sehingga si ahli ibadah pun masuk ke dalam rumah dan berbincang-bincang dengan perempuan tersebut seharian penuh. Ketika waktu siang telah berlalu, dia naik ke tempat ibadahnya.

Tipu Daya Kedelapan

Lagi-lagi iblis mendatangi setelah itu, dia terus-menerus menghiasi perempuan tersebut di hadapan si ahli ibadah. Hingga akhirnya si ahli ibadah mulai berani menyentuh dimulai dari paha sampai kemaluan si perempuan. Iblis pun terus-menerus memoles si perempuan di kedua mata si ahli ibadah sehingga ahli ibadah pun tergoda. Iblis membujuknya hingga akhirnya dia menzinai perempuan tersebut sampai menghamilinya. Sembilan bulan telah berlalu, akhirnya perempuan tersebut melahirkan seorang anak.

Tipu Daya Kesembilan

Tidak selesai sampai disitu, iblis pun datang kembali dan membisikinya lagi, “Bagaimana menurutmu, jika saudara-saudara ini pulang, sementara saudara perempuannya melahirkan anak darimu apa yang akan kamu perbuat? Pastilah semua keburukan akan terungkap. Oleh karena itu, ayo datangi anak itu, sembelihlah dia, lalu kuburkan. Pasti, si perempuan akan tutup mulut karena dia juga takut saudara-saudaranya tahu apa yang telah engkau perbuat terhadapnya.” Kemudian si ahli ibadah melakukannya. Dia pun membunuh anak tersebut.

Tipu Daya Kesepuluh

Setelah anaknya dibunuh, selanjutnya iblis membisikan lagi, “Apa kamu yakin si perempuan itu dapat merahasiakan pada saudara-saudara setelah semua yang telah engkau perbuat terhadapnya dan perbuatanmu yang telah membunuh anaknya. Maka, ayo tangkap perempuan itu, bunuh juga dia, dan kuburkan bersama anaknya!” Iblis tak henti-hentinya membisikkan hal tersebut, hingga akhirnya dia pun membunuh perempuan tersebut dan menguburnya ke dalam lubang beserta anaknya, kemudian menutupi keduanya dengan batu besar, dan meratakan tanahnya.

Beberapa hari kemudian setelah pulang dari berjihad ketiga saudara laki-laki dari perempuan itu pun mendatangi ahli ibadah dan menanyakan bagaimana keadaan saudara perempuannya. Ahli ibadah pun berbohong dengan memberitahukan kepada mereka bahwa perempuan tersebut telah meninggal. Dia pun berdoa agar perempuan tersebut mendapat rahmat, dan dia menangisinya sambil berkata, “Dia adalah perempuan terbaik.”

Ketika malam hari pada saat ketiga saudara tersebut tidur terlelap, iblis pun mendatangi mereka melalui mimpi dengan menjelma sebagai seorang musafir. Iblis mendatangi ketiga saudara tersebut satu persatu. Iblis bertanya kepada mereka tentang saudara perempuannya. Mereka pun menceritakan sebagaimana yang dikatakan oleh si ahli ibadah tentang kematiannya, tentang ahli ibadah yang mendoakannya agar mendapat rahmat, dan tentang si ahli ibadah yang menunjukkan kuburan saudara perempuannya tersebut kepadanya. Lantas Iblis menganggapnya keliru. Kemudian iblis berkata, “Ahli ibadah berkata bohong kepada kalian mengenai keadaan saudara perempuan kalian. Sungguh, si ahli ibadah telah menghamili saudara perempuanmu sehingga dia melahirkan seorang anak, lalu si ahli ibadah membunuh saudara perempuan kalian beserta anaknya karena takut kepada kalian. Dia mengubur keduanya ke dalam lubang yang digalinya di dekat dalam area rumah yang ditempati oleh saudara perempuan kalian di. Oleh karena itu, pergilah dan masuklah ke dalam rumah yang kemarin ditempati saudara perempuan kalian, pastilah kalian akan menemukan keduanya sebagaimana yang saya katakan.”

Ketika mereka bangun tidur, mereka pun heran akan mimpi yang dialami oleh masing-masing dari mereka. Mereka saling bercerita satu sama lain tentang mimpi yang dialaminya, “Sungguh, tadi malam saya bermimpi aneh.” Tapi saudara paling tua berpendapat, “Ini hanya bunga tidur. Tidak ada kenyataannya. Biarkan berlalu begitu saja.”

Sedangkan saudara paling kecil punya pendapat lain, “Demi Allah, aku tidak bisa melewatkan begitu saja sampai aku mencari tahu dan mendatangi tempat tersebut dan melihatnya sendiri.”

Akhirnya mereka semua berangkat ke rumah yang pernah ditempati saudara perempuan mereka. Mereka masuk kedalam rumah dan mencari lokasi yang sudah dijelaskan oleh iblis di dalam mimpi. Dan ternyata mereka menemukan saudara perempuan mereka bersama anaknya di dalam lubang dalam keadaan meninggal karena disembelih sebagaimana yang diceritakan iblis kepada mereka. Kemudian mereka meminta penjelasan kepada si ahli ibadah mengenai hal tersebut.

Ahli ibadah mengakui dan membenarkan perkataan iblis tentang apa yang telah dia perbuat terhadap saudara perempuan mereka dan anaknya. Selanjutnya mereka melaporkan kasus ini kepada Raja. Mereka menggiring dengan menyeret ahli ibadah itu dari tempat ibadahnya dan diajukan agar disalib.

Kufur Pada Saat Meninggal

Memang Iblis tidak akan pernah puas sampai manusia kufur, sampai-sampai Si ahli ibadah yang sudah diikat pada tiang untuk dieksekusi pun tetap didatanginya dan berkata, “Saya adalah temanmu yang telah membujukmu dengan perempuan yang telah engkau hamili dan engkau bunuh beserta anaknya. Jika kamu sekarang mau menurutiku dan engkau sujud kedapadaku dan kufur terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakanmu, niscaya saya akan menyelamatkanmu dari hukuman mati ini.” Ahli ibadah bertanya, “ Bagaimana aku bisa sujud kepadamu” Iblis pun menjawab, “Cukup dengan hatimu” si ahli ibadah mengikuti tipu daya iblis serta kufur terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan pada saat itu juga si Ahli ibadah tersebut mati di salib dan di bunuh. Mengenai hal inilah ayat berikut ini diturunkan.

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu’, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam.’ Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hasyr: 16-17)


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *