Kisah Nabi Adam AS, Manusia Pertama di Bumi

7 min


Ribuan tahun sebelum manusia diciptakan Allah, Seluruh alam semesta dan semua isinya telah lebih dulu diciptakan. Di bumi terdapat banyak hutan dan padang ilalang tempat tanaman tumbuh subur, pohon buah-buahan, bunga-bungaan dan tanaman penghasil bahan makanan seperti padi dan gandum.

Selain tumbuh-tumbuhan, ada pula binatang. Allah telah menciptakannya dalam ribuan jenis. Ada yang hidup di air, terbang di udara, dan yang hidup di darat, yang ragamnya sangat banyak. Ada binatang yang bisa dimakan dagingnya, ada yang dijadikan tunggangan, dan ada juga yang menghasilkan susu dan madu. Termasuk dinosaurus yang sudah tidak ada lagi di zaman ini, sebagai bukti peninggalan bisa dilihat di museum-museum.

Sebelum manusia ada, Allah SWT telah menciptakan malaikat, yang jumlahnya jutaan dan bahkan milyaran! Allah menciptakan malaikat dari cahaya. Tugasnya adalah beribadah dan menjalankan semua perintah Allah. Mereka selalu berzikir dan mensucikan asma Allah. Malaikat-malaikat ini tidak makan, tidak tidur, dan selalu siap melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan Allah.

Dari sekian banyak malaikat, hanya sekitar 10 malaikat yang kita ketahui namanya. Diantaranya  malaikat Jibril, malaikat pemimpin para malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi. Izrail pencabut nyawa, Malik penjaga neraka, Mikail kesuburan alam, Munkar dan Naqir penjaga kubur yang akan menanyai manusia di liang lahat. Ada lagi Raqib dan Atid yang menulis semua amal baik dan buruk seseorang, Ridwan penjaga surga, lsrafil peniup sangkakala.

Ada beberapa malaikat yang namanya sesuai dengan tugas-tugas yang diberikan Allah. Selain itu, masih banyak sekali malaikat yang tidak kita ketahui nama dan tugasnya.

Penciptaan Nabi Adam, Sebagai Manusia Pertama

Pada saat akan menciptakan manusia, Allah SWT mengumpulkan semua malaikat. Allah berfirman, hendak menciptakan dan menjadikan Adam sebagai khalifah di bumi.

Para malaikat heran mendengar pernyataan Allah itu. Kemudian para malaikat bertanya kepada Allah, Mengapa? Mereka akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Sedangkan kami senantiasa bertasbih mensucikan-Mu.”

Kemudian Allah berfirman, bahwa Allah lebih mengetahui apa-apa yang tidak kalian ketahui. Jawaban itu membuat para malaikat tersadar bahwa Allah-lah Maha Pencipta segala sesuatu. Sesungguhnya para malaikat juga tidak tahu untuk apa mereka diciptakan.

Kemudian Allah SWT menciptakan manusia pertama dari tanah liat kering. Setelah terbentuk, Allah meniupkan ruh, maka tubuh itu bisa bergerak, hidup, dan berpikir. Manusia pertama ini bernama Adam dan ditempatkan di Surga oleh Allah.

Para malaikat memperhatikan makhluk ciptaan Allah yang baru ini, kemudian turunlah perintah Allah kepada mereka. Untuk tunduk dan hormat kepada nabi Adam.

Nabi Adam sebagai manusia pertama  memiliki kelebihan yang diberikan Allah kepada Adam. Allah memberi karunia akal, sehingga dapat menerima ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang kemudian diturunkan kepada para Nabi. Karena itulah para malaikat diminta untuk tunduk dan hormat kepada Nabi Adam.

Tapi ada satu yang membangkang dan tak mau bersujud, sehingga disebut iblis. iblis adalah termasuk golongan malaikat yang diciptakan Allah dari api. Tapi Iblis sangat sombong dengan berkata “Aku lebih baik dari Adam karena Engkau jadikan aku dari api sedangkan Adam dari tanah.”

lblis lupa bahwa dirinya hanya makhluk ciptaan, sama seperti Adam dan para malaikat. Adam dan para malaikat mau mematuhi perintah Allah karena sadar bahwa Allah Sang Pencipta paling tahu akan keadaan yang diciptakan-Nya. Sementara iblis merasa lebih tahu dari Allah dan menganggap perintah Allah sebagai hal yang aneh dan mengada-ada.

Allah menjadi murka, kemudia Iblis diusir dari surga dan tak boleh kembali lagi sampai kiamat tiba. Iblis ketakutan mendengarnya. Tak terbayangkan olehnya bagaimana hidup di luar surga. la harus meninggalkan kehidupan surga yang serba enak dan menyenangkan. Lalu di akhir jaman nanti ia pun akan dimasukkan ke neraka! Tempat paling buruk dan paling mengerikan. Tempat ini disiapkan untuk siapa saja yang berani melawan perintah Allah. lni semua gara-gara Adam, pikirnya. Hatinya kembali panas membara. Kebenciannya kepada Adam makin bertambah. Dan sebelum meninggalkan surga, iblis masih sempat berkata kepada Allah, “Ya Allah, Engkau keluarkan aku dari surga karena Adam. Oleh karena itu aku bersumpah akan memusuhi Adam dan semua keturunannya.”

Iblis juga mengatakan bahwa ia tidak ingin sendirian berada di neraka. la ingin membawa serta anak cucu Adam. Oleh karena itu selama anak cucu Adam masih hidup, ia akan terus menggoda dan mengajak mereka untuk bersama-sama menentang Allah. Dan Allah membiarkan iblis melaksanakan keinginannya. Hanya saja Allah memperingatkan bahwa hamba-hamba-Nya yang shalih dan beriman tak akan tergoda oleh iblis. Hanya manusia atau anak cucu Adam yang malas beribadahlah yang akan mudah terkena bujuk  rayu. Iblis sangat gembira. Terbayang olehnya bahwa kelak ia tidak akan sendirian menderita di neraka!

Diciptakan Hawa, Sebagai Pendamping Hidup

Nabi Adam menikmati kesenangan hidup yang luar biasa. la mendapatkan semua yang diinginkannya. Tempat tinggal yang bagus, makanan yang serba enak, minuman beraneka rupa dan rasa, pemandangan yang serba indah. Semuanya ada di surga. Semuanya bisa diperoleh dengan mudah dan cepat. Secepat kilat!

Nabi Adam sangat bersyukur. Sehingga Allah menambah karuniaNya dengan menciptakan seorang pendamping hidup untuk Adam. Perempuan itu diberi nama Hawa. Lagi-lagi Nabi Adam amat bersyukur karena Allah mengaruniakan istri yang akan setia mendampinginya.

Mereka berdua hidup bahagia di surga. Tapi di antara semua kenikmatan itu, Allah memberi peringatan. “Jangan sekali-kali kalian dekati pohon ini,” kata Allah. Sebagai orang beriman pasangan suami-istri itu mematuhi larangan Allah, tanpa mengetahui mengapa Allah melarang mendekati pohon Khuldi.

Tipu Daya Iblis

Pada saat Allah menurunkan peringatan kepada Adam dan Hawa, diam-diam iblis mendengarkan. Hal ini dijadikan siasat oleh iblis untuk melakukan tipu daya.

Namun Allah yang Maha Tahu mengetahui rencana busuk iblis itu. Maka Allah memperingatkan Adam dan istrinya. “Hai, Adam. Iblis itu musuhmu dan musuh istrimu. Jangan sampai ia mencelakakan kalian dengan berusaha supaya kalian dikeluarkan dari surga.”

Mendengar peringatan itu, Adam dan Hawa menjadi waspada. Mereka tak ingin tergoda oleh musuh yang jahat itu.

Namun tipu daya iblis memang sangat licik, setelah berkali-kali ia berbicara dengan kata-kata manis sambil terus membujuk, dan sudah berkali-kali juga diusir oleh Nabi Adam seraya berkata: “Jangan coba-coba membujukku. Engkau penipu. Pergi dari sini!” kata Nabi Adam marah.

Iblis terus berusaha sampai ketiga kalinya. Kali ini ia memetik buah khuldi itu lalu pelan-pelan mengulurkannya kepada Hawa, sambil membujuk dengan bersumpah atas nama Allah.

Mendengar iblis bersumpah atas nama Allah, Adam dan Hawa menjadi bimbang, dan akhirnya percaya kepada Iblis. la memandang buah khuldi yang diulurkan iblis kepadanya. Seleranya terbit.

“Ambillah. Rasanya enaaak sekali. Ambillah ..,” kata iblis me-neruskan bujukannya.

Akhirnya Hawa mengajak Adam menerima buah dari tangan iblis. Tanpa sadar mereka memakannya. Begitu menggigit buah terlarang itu, timbullah rasa bersalah dan malu dalam diri mereka. Adam dan Hawa kebingungan mengatasi rasa bersalah itu. Mereka sangat ketakutan dan sedih karena sadar telah melanggar aturan Allah.

Sementara itu iblis bergembira ria. Ia merasa puas karena berhasil menipu Adam dan Hawa. Adam dan Hawa menangis sedih Mereka mohon ampun kepada Allah atas kesalahan mereka. Ternyata, Iblis memang tidak bisa dipercaya, meskipun dengan bersumpah atas nama Allah.

Adam dan Hawa memohon ampunan dengan mengucapkan:

رَبَّنَاظَلَمْنَاأَنْفُسَنَاوَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

(Q.S al-Araf 23)

“Ya, Allah. Sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, tentu kami termasuk orang-orang yang me-rugi.

Maka dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Allah memberi ampun kepada Adam dan Hawa Namun Allah memerintahkan meraka untuk meninggalkan surga. “Sekarang, turunlah ke bumi yang sudah lama Kuciptakan. Di sanalah kalian akan hidup. Tetapi kalian harus berusaha dan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan.” Dengan sedih Adam dan Hawa meninggalkan surga, ini semua gara-gara tipu daya iblis. Adam dan Hawa sadar. keturunannya nanti akan terus menjadi incaran tipu daya iblis supaya tidak bisa tinggal di surga.

Waktu Adam dan Hawa turun ke bumi, mereka berada di tempat yang sangat berjauhan. Mereka sama-sama kesepian dan saling mencari satu sama lain tanpa tentu arah. Kesusahan hidup di dunia langsung terasa. Setelah bertahun-tahun akhirnya mereka dipertemukan di padang Arafah (tempat pertemuan itu sekarang dinamakan Jabal Rahmah). Mereka sangat bahagia dapat bertemu dan bisa hidup bersama lagi.

Sumber: umroh.com

Kisah Qabil dan Habil

Setelah bertemu, Nabi Adam dan Hawa mulai membangun keluarga. Hawa berkali-kali melahirkan anak kembar. Bayi kembar itu selalu terdiri dari bayi laki-laki dan bayi perempuan.

Anak kembarnya yang pertama bernama Qabil dan lqlima. Lalu lahir lagi anak kembar ke dua, yaitu Habil dan Labuda. Ketika mulai besar, mereka diajar Nabi Adam bekerja sesuai dengan sifat-sifat mereka. Qabil yang kasar dan pemarah diberi pekerjaan bertani dan bercocok tanam. Sedang Habil yang lembut dan penyayang ditugaskan mengurus ternak.

Setelah mereka dewasa, Allah memberi petunjuk kepada Adam untuk menikahkan mereka dengan kedua kembarannya. Qabil dipasangkan dengan Labuda, saudara kembar Habil. Dan Habil dinikahkan dengan lqlima, saudara kembar Qabil.

Tapi Qabil tidak suka dengan keputusan ayahnya. la merasa diperlakukan tidak adil. la ingin menikahi saudara kembarnya sendiri karena menganggap saudara kembar Habil tidak cantik. Padahal lqlima sendiri menyukai Habil yang lembut dan tidak pemarah. Qabil tak peduli pada keputusan Allah untuknya. Hati Qabil sudah panas dan dipenuhi kemarahan. Tampaknya pengaruh iblis sudah merasuk ke dalam dirinya.

Nabi Adam bingung menghadapi anaknya yang keras kepala itu. Akhirnya Nabi Adam memohon pertolongan Allah untuk menyelesaikan masalah ini. Allah-pun memberi jalan keluar dengan meminta kedua anak tersebut memberi korban. “Allah memberi kita kelapangan rejeki. Karena itu kita perlu berbagi dengan makhluk lain yang kurang beruntung,” kata Adam kepada kedua anaknya.

Nabi Adam berkata siapa saja yang kurbannya diterima Allah, maka berhak memilih pasangannya terlebih dulu. Kali ini Qabil mau menuruti petunjuk ayahnya. la berharap bisa lebih dulu memilih lqlima.

Habil dan Qabil segera menyiapkan kurbannya. Habil memilih kambingnya yang paling gemuk karena ingin beribadah kepada Allah dengan harta miliknya yang terbaik. Sebaliknya Qabil membawa hasil panennya yang buruk. Hasil panen yang bagus disimpan untuk dimakannya sendiri.

Kemudian mereka diperintahkan Nabi Adam membawa kurbannya ke puncak gunung “Kita lihat nanti, kurban siapa yang diterima Allah,” kata Adam.

Habil menyembelih kambingnya dan Qabil menggelar hasil panen berupa buah dan bahan makanan. Mereka meninggalkan kurban itu di puncak gunung.

Keesokan harinya Adam dan putranya menyaksikan hasil kurban kemarin. Ternyata, kambing sembelihan Habil telah habis. Sementara buah dan bahan makanan yang dikurbankan Qabil masih utuh. Tak satu pun binatang ciptaan Allah yang mau memakan sayur dan buah busuk yang disajikan Qabil. Kemudian Nabi Adam meminta Habil untuk bersyukur kepada Allah, karena kurbannya yang diterima.

Betapa gembira hati Habil waktu mengetahui bahwa Allah ridha dengan kurbannya. la pun bersyukur karena diizinkan memilih istri yang baik dan cantik.

Melihat itu, Qabil yang pemarah makin panas hatinya. Kemudian Iblis pada semuakin merasuk ke dalam jiwanya, lalu membujuk Qabil untuk membunuh adiknya Habil. Dengan kata-kata manis dan tipu daya iblis memasukkan alasan-alasan yang sepertinya masuk akal.

Akhirnya Qabil membenarkan bisikan-bisikan iblis. Tekadnya semakin bulat untuk membunuh adiknya. Ketika Habil lewat di depannya. Seketika itu juga Qabil mengutarakan niatnya untuk membunuh Habil, Iblis makin senang dan terus memberikan semangat pada Qabil, tanpa ia sadari pikiran dan jiwanya sudah di penuhi nafsu iblis

Habil pun sangat kaget melihat sikap Qabil. Bukankah kemarin Qabil telah setuju, kenapa sekarang jadi ingkar janji, lagipula itu adalah keputusan ayahnya yang semata-mata karena petunjuk Allah?

Habil berusaha tenang menghadapi kemarahan kakaknya, dan tidak berniat sedikitpun untuk membalasnya. Tapi keinginan Qabil tak mereda berhadapan dengan sikap pasrah adiknya. Dengan kejam dibunuhnya Habil. Setelah pembunuhan terjadi, iblis pun kegirangan. la telah berhasil mendapat teman untuk menjalani kehidupan di neraka kelak.

Qabil tiba-tiba tersadar dengan perbuatannya. la melihat Habil tergeletak tak bernyawa. Hatinya jadi sedih. Habil sangat menyesali perbuatannya. Sementara itu, iblis yang telah berhasil menggoda anak Nabi Adam melakukan kejahatan telah pergi.

Kemudiab hujan turun rintik-rintik. Angin bertiup menggugurkan daun-daun. Begitulah bila ada manusia beriman meninggal. Alam ikut bersedih mengantar kepergiannya. Apalagi bila kematian itu disebabkan karena kejahatan yang dilakukan orang lain, seperti yang terjadi pada Habil. Alam ikut menangis.

Qabil bingung dan ketakutan akibat perbuatannya. la tidak tahu harus berbuat apa. Semua penyesalan tak ada gunanya lagi. Akhirnya Qabil meniru perbuatan burung gagak yang mati setelah berkelahi dan dikuburkan ke tanah. Iapun menggali lubang dan mengubur mayat Habil

Setelah itu ia duduk termenung. Hatinya dipenuhi kecemasan, kesedihan, dan juga ketakutan. Qabil membayangkan siksa neraka yang mengerikan.

Sementara itu, dengan petunjuk Allah, Nabi Adam mengetahui semua yang terjadi. Beliau sangat sedih kehilangan putra kesayangannya yang shalih dan patuh kepada orangtua dan Allah. Tapi Nabi Adam yakin Habil akan masuk ke surga, sesuai dengan janji Allah bagi hambany yang beriman.

Nabi Adam menjadikan peristiwa ini sebagai contoh bagaimana Iblis mempengaruhi manusia supaya melakukan kejahatan.

Lahirnya Syits, Penerus Dakwah Nabi Adam AS.

Nabi Adam dan Hawa hidup di bumi selama ratusan tahun. Anak-anaknya saling menikah dengan saudaranya sendiri. Selama hidupnya Nabi Adam selalu berdakwah menyampaikan ajaran Allah, kepada anak cucunya. Allah menurunkan ajaran-Nya kepada Nabi Adam dalam Sahifah, yaitu lembaran-lembaran berisi tulisan tentang hukum Allah.

Salah seorang anak Nabi Adam yang membantu dan melanjutkan tugas dakwah, beliau bernama Syits. Bersama Nabi Adam, Syits mengajarkan kepada sanak keluarganya bagaimana bekerja dengan balk, hidup dengan sehat, dan membina keluarga yang bahagia.

Di kemudian hari, Syits kemudian diangkat menjadi utusan Allah. Keturunannya kelak yang meneruskan adalah Nabi Idris AS. Sebenarnya nabi dan rasul utusan Allah jumlahnya jauh lebih banyak dari yang kita kenal. Nabi-nabi yang kita kenal adalah nabi-nabi yang mempunyai peran penting bagi umatnya. Nabi-nabi itulah yang namanya disebut di dalam Al-Qur’an. Jumlahnya 25 orang.

Sumber: Cerita Teladan 25 Nabi


Like it? Share with your friends!

1
Arenugh

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *