Kisah Sukses Arifin, Resign Dari Kantor Raih Omset Puluhan Juta Dengan Berjualan Online

3 min


Di era digital seperti sekarang ini, secara tidak langsung memudahkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya secara luas. Di samping itu mereka tidak perlu mengeluarkan modal banyak untuk sewa kios  dan gudang untuk stock barang. Semua bisa diwujudkan dari rumah, asalkan mempunyai keinginan yang kuat.

Kisah sukses ini telah di tekuni oleh Arifin selama hampir 7 (tujuh) tahun. Dia telah berhasil keluar dari zona nyaman dan telah menginspirasi rekan-rekan kerjanya di tempat ia bekerja, tak sedikit pula yang sudah mulai mengikuti langkahnya, termasuk saya sendiri.

Latar Belakang Pekerjaan

Arifin awalnya adalah seorang karyawan di sebuah pabrik furnitur di wilayah bekasi. Dia cukup dikenal diperusahaan tempat bekerja saat itu, karena menurut saya, dia mempunyai karakter yang “unik”. Loyalitasnya terhadap perusahaan sudah tidak diragukan lagi, karena dia sudah cukup lama mengabdi diperusahaan tersebut hingga kurang lebih 7 (tujuh) tahun. Posisi yang ditempatinya pada saat itupun terbilang vital di perusahaan, yakni sebagai PPIC (Product Planning and Inventory Control.

Jabatannya sebagai PPIC menuntut dia untuk bekerja hingga larut malam, apalagi kalau sudah mendekati akhir tahun. Tapi itu tidak membuat dia berkeluh kesah. Hal ini berbeda saat saya menemukan beberapa rekan kerja yang lain, sering mengeluhkan pekerjaan yang sama dengannya.

Pernah juga sih, dia sesekali bercerita pada saya “Pak sebenarnya saya ada usaha sampingan, tapi karena load pekerjaan di sini, usaha tersebut terbengkalai, karena saya tidak sempat mengurusnya”

Mengawali Usaha Secara Offline

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan pun semakin meningkat. Hal itu mendorong dia untuk memutar otak. Hal apalagi yah, yang bisa dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup apalagi anak-anak sudah semakin besar yang tentunya membutuhkan biaya yang banyak untuk pendidikan.

Akhirnya di awal tahun 2013 Arifin memulai dengan berjualan offline dengan menawarkan produk dagangannya ke warung-warung dan sekolah-sekolah terdekat yang ada di lingkungan tempat ia tinggal, dia biasa dilakukannya pada saat hari libur dan pada saat barangkat ataupun pulang kerja.

Produk yang pertama kali dijual adalah Es injection dengan merk Mr. Cool, Camelo, dan produk minuman semacamnya. Produk minuman tersebut dia ambil dari Agen yang letaknya di wilayah Kota Bogor dan Kota Bekasi. “Hasilnya lumayan loh”, imbuhnya sambil tersenyum.

Tanpa disangka ternyata pesanannya semakin meningkat, kian hari permintaan semakin banyak. Akhirnya dia berinisiatif untuk membeli dengan jumlah yang banyak dan membuka agen untuk wilayah Cileungsi dan sekitarnya.

Memasarkan Melalui Platform Media Sosial

Teknologi digital semakin berkembang. Kemahirannya membaca situasi, hal inipun dijadikannya sebagai peluang dengan memasarkan produknya, dengan bermodalkan telepon genggamnya yang sudah terpasang aplikasi Media Sosial. Awal tahun 2015, dia mulai mencoba memasarkan melalui platform media sosial.

Media Sosial yang pertama kali digunakan adalah Facebook dan Blackberry, dengan memanfaatkan platform Medsos tersebut ia mulai menawarkan. Kali ini ada yang berbeda, Arifin menawarkan peluang usaha kepada warung-warung kecil dengan menjual paket usaha jualan es di rumah atau di warung.

Hasil yang didapat lumayan besar kala itu, kurang lebih per bulannya mencapai sepuluh juta.

Berkenalan dan Memulai dengan Platform Marketplace

Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia terdapat beberapa platform marketplace terkenal, seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli dan masih banyak lainnya.

Platform yang pertama kali adalah Tokopedia dengan menawarkan produk yang sama pada saat mengunakan Media Sosial. Awalnya coba-coba upload produk ke Tokopedia, tanpa tahu caranya “Asal copy paste saja, sudah itu dibiarkan aja sampai berbulan-bulan” katanya. Namun tanpa diduga produknya banyak diminati, banyak chat pertanyaan dari pelanggan yang ingin membeli. Dia kebingungan karena tidak bisa transaksi, setelah di cek ternyata dia belum mencantumkan penyedia ekspedisi dan nomor rekening.

“Ini awal saya belajar” katanya, “saya mulai belajar dengan otodidak, dengan mencari sumber-sumber dari internet, sampai akhirnya sudah mahir seperti sekarang ini”.

Sedikit demi sedikit mulai ditambahkan produk yang di tawarkannya, mulai dengan menawarkan sabun, kemasan plastik, dan lain sebagainya.

Tahun berikutnya, Arifin coba tawarkan produknya di Platform lainnya, yakni Bukalapak. Karena awalnya iseng dan coba akhirnya di biarkan juga selama berbulan-bulan. Ternyata banyak yang bertanya dan melakukan pesanan, sampai-sampai mendapat feedback negatif dari pelanggan karena barang yang dipesan tidak kunjung dikirim.

Pada tahun 2017 Arifin mulai menjajaki Shopee, kemudian setahun berikutnya mulai ikut di Platform Lazada. Sambil berbincang-bincang sesekali dia melakukan promo. “Ayo kalau mau beli bisa lihat di toko online saya”, ini akunnya.

Akun Shopee https://shopee.co.id/arifinz99

Akun Lazada https://s.lazada.co.id/s.0NCjE

Prestasi dan Perolehan di Marketplace

Masing-masing marketnya punya julukan bagi para penjualnya yang mempunyai prestasi dan penjulan terbaik, antara lain:

Bukalapak : Super Seller

Tokopedia: Power Merchant

Shopee: Star Seller

Lazada: Best Seller

Dari keempat predikat penjual tersebut, Arifin sudah mendapatkan semuanya.

Seiring prestasi dan peningkatan penjualannya, membuat penghasilan dari marketplace meningkat pesat. Menjadikan pendapatan yang pernah diraihnya meningkat kisaran puluhan juta rupiah. Saat ini disebutkan olehnya di salah satu Marketplace saja omzet perbulan bisa mencapai 30jt. Hal inilah membuat dia memutuskan untuk mengundurkan diri serta lebih fokus ke usaha yang telah berkembang saat ini.

Perkembangannya saat ini yang ia lakukan adalah memproduksi tas wanita dari bahan oscar dengan desain yang sederhana dan masker kain di rumahnya (memanfaatkan peluang banyaknya permintaan masker selama pandemic COVID19).

Dengan pengalaman dan perolehan yang ia dapatkan dalam berbisnis online membuat dia yakin bahwa untuk bisa menghasilkan uang tidak perlu berangkat ke kantor, namun bisa dilakukan dirumah saja disamping lebih banyak waktu luang untuk keluarga.

Kiat Sukses Berjualan Online

Ketika ditanya, Apa aja sih pak kiat-kita untuk bisa sukses berjualan online?

Ini jawabannya:

“Kita bisa belajar otodidak lewat internet, grup Facebook, youtube, dll. Tapi akan makan waktu karena tidak ada yg mentoring”

“Contohnya di Shopee Saya gabung Affiliate shopee, Tiap bulan ada pelatihan kelas online Bagi yg minat jualan online, Awal juni akan mulai lagi kelas batch 34. Dari awal kelas Shopee lulusannya sudah lebih dari 9.000 orang”.

“Disamping itu juga harus ada keinginan yang kuat, untuk menggapai impian kita”

Dari kisah Arifin seorang karyawan pabrik bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dari berjualan di marketplace. Mudah-mudah jadi inspirasi untuk kita semua.


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

2 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *