Lima Sunnah Nabi, Terbukti Ilmiah Bagi Kesehatan Tubuh

4 min


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dalam agama Islam, orang mengenal Al-Qur’an sebagai rujukan hidup. Selain itu, kaum muslimin mengenal pula yang disebut sebagai sunnah Nabi. Sunnah merupakan suatu tindakan, perkataan atau apa saja yang di jalani oleh Rasulullah di masa kehidupannya. Sunnah ini kemudian menjadi rujukan perilaku hidup dan hukum bagi ummat Islam. Banyak orang Islam yang menganggap perkara keimanan kelas dua dan menjadikannya remeh, karena secara hukum fikih, berarti tidak wajib di lakukan. Namun ternyata banyak hal tentang sunnah memiliki dasar ilmu yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia.

Nabi Muhammad S.AW., adalah manusia pilihan, meski telah meninggal ribuan tahun yang lalu, anjuran-anjuran bisa dibuktikan ilmiah oleh pengetahuan modern. Lantas apa saja sunnah-sunnah nabi yang dapat dibuktikan secara ilmiah tersebut, berikut ulasannya.

Tidur dengan Posisi Miring Ke Sebelah Kanan

Tidur dengan posisi ini ternyata telah dibuktikan secara medis, memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, sebagaimana di jelaskan dalam Hadits al-Barra’ bin Azib, Rasulullah bersabda: “Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah dengan sempurna seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuh mu yang sebelah kanan”.

Di antara manfaat posisi tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah, ternyata dapat mengoptimalkan, dan mengistirahatkan otak kiri, meringankan beban jantung, serta meningkatkan penyerapan zat gizi. Kinerja otak manusia dibagi menjadi dua bagian otak, yaitu kanan dan kiri. Bagian otak kanan bertugas menjalankan bagian tubuh sebelah kiri dan begitu sebaliknya.

Ummat Islam dominan menggerakkan bagian tubuh sebelah kanan, sehingga otak kiri lebih dominan dari pada otak kanan. Posisi tidur sebelah kanan dapat menghindarkan bahaya sirkulasi yang melambat, saat tidur atau terdiam. Bahaya sirkulasi dapat meliputi penyempitan pembuluh darah, pembekuan darah, lemak dan asam oksidasi. Selain dengan posisi tidur tersebut, akan terhindar dari penyakit struk, dengan posisi tidur seperti ini juga akan membuat aliran darah yang masuk dan keluar dari jantung lebih mudah, hal ini disebabkan karena aliran darah terdistribusi merata dan konsentrasi di sebelah kanan, dampaknya denyut jantung akan lebih lambat, serta tekanan darah akan menurun.

Kondisi jantung seperti ini akan meningkatkan kualitas tidur, sehingga badan akan kembali bugar. Kemudian posisi tidur ini dapat membuat distribusi makanan yang akan dicerna, diserap lebih lama, hal ini disebabkan karena posisi usus halus dan usus besar ada di bawah. Sehingga penyerapan zat gizi akan lebih optimal.

Berbuka Puasa dengan Kurma

Amalan sunnah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, saat bebuka puasa Rasulullah menganjurkan untuk memakan kurma, atau makanan yang manis terlebih dahulu. Sebagaimana hadits nabi yang di riwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Abu Daud: “Apabila salah seorang dari kalian yang berbuka, hendalah berbuka dengan kurma, karena dia berkah. Apabila tidak mendapatkan kurma, maka berbukalah dengan air putih, karena dia adalah bersih.”

Dalam sebuah pengujian secara kimiawi dan biologis menyebutkan, kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya, dan pada kurma itu sendiri mengadung 20-24% air, 70-75% zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat, serta kadar lemak yang rendah, dan baik bagi kesehatan kita.

Mengkonsumsi rutin kurma setiap berbuka puasa, memberikan supply kadar zat gula yang besar bagi tubuh, dan menghilangkan gejala kekurangan zat gula serta memberikan semangat bagi tubuh. Kosongnya lambung dan usus dari makanan, membuat keduanya mampu untuk menyerap zat gula sederhana ini dengan cepat.

Larangan Meniup Air Minum

Dalam sebuah hadits Rasulullah S.A.W., memerintahkan dari Ibnu Abbas: “Sesungguhnya Nabi S.A.W. melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum”. Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas, karena struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam, yang membahayakan bagi kesehatan.

Sebagaimana yang kita ketahui, air memiliki nama ilmiah H20, ini berarti didalam air terdapat dua buah atom hydrogen dan satu buah atom oxygen, dimana dua atom hydrogen tersebut, terikat dalam satu buah atom oxygen. Dan apabila kita hembuskan nafas pada minuman kita, kita akan mengeluarkan karbon dioksida, dan bila dicampur dengan air akan menjadi senyawa asam karbonat. Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk ke dalam tubuh kita, akibat dari mengkonsumsi asam karbonat ini, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat, karena tubuh berusaha menurunkan kelebihan asam dalam darah, dengan cara menurunkan karbon dioksida. Kemudia nafas kita menjadi terengah-engah, di samping itu pula ginjal akan terus berusaha keras untuk meulihkan kembali keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan banyak asam dalam air seni/kemih.

Apabila tubuh terus menerus mengkonsumsi H2CO3 dalam jumlah berlebih, maka ginjalpun tak akan sambut untuk bekerja lagi, sehingga akan terjadi asidosis berat yakni berlebihnya tingkat keasaman dalam darah, jika hal ini terus berlanjut makan penderita akan merasakan lelah yang luar biasa, rasa mengantuk, sering mual, dan mengalami kebingungan. Bila asidosis tertangani dengan baik, maka tekanan darah akan menurun, syok, lemah, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri

Dari Anas dan Qotadah, Rasulullah S.A.W., bersabda: “Sesungguhnya Beliau melarang sesorang sambil berdiri, Qotadah berkata, “Bagaimana dengan makan?”, Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi.” (Hadits Riwayat Muslim dan Tirmidzi).

Dari hadits tersebut sudah jelas Nabi Muhammad S.A.W., melarang kedua aktifitas ini dilakukan sambil berdiri. Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani mengatakan, minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat dan lebih sopan. Karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lebih lembut. Sedangkan minum sambil berdiri, ada springer, yaitu suatu struktur berotot yang bisa membuka dan menutup. Dalam kenyataannya springer ini hanya terbuka pada waktu kita dalam posisi duduk, dengan minum air dengan posisi demikian, air akan tersaring dengan springer dan menjadi steril. Jika kita minum sambil berdiri air tidak akan tersaring oleh springer dan langsung masuk ke kandung kemih. Proses yang demikian bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal.

Shalat Tahajud

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah, yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah S.A.W., karena pentingnya shalat tahajud, Al-Qur-an pun menyebutkan secara khusus perintah shalat tahajud, dalam surat Al-Isra’ ayat 79.

Tak hanya mendapatkan pahala dari Allah, muslim yang menjaga shalat tahajudnya, juga mendapatkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Banyak orang yang mengatakan bahwa shalat tahajud diyakini dapat memberikan ketengangan dan kedamaian jiwa. Sesorang yang terbiasa bangun untuk shalat tengah malam, pastinya mampu mengontrol emosi.

Shalat tahajud sangat baik untuk mengoptimalkan proses metabolisme tubuh, karena udara pada saat itu sangat kaya akan oxygen, dan belum terkontaminasi oleh zat-zat lain. Tentu saja ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap vitalitas seseorang dalam melakukan aktifitas sehari penuh. Selain itu kadar gas ozon yang terdapat pada udara dipagi hari, mencapai titik tertinggi, kadar zat ini akan berkurang secara perlahan, hingga hilang sama sekali begitu matahari terbit. Gas ini sangat bermanfaat bagi organ-organ syaraf, karena dapat mengaktifkan kerja otak dan tubuh secara optimal. Baca juga 5 Penyakit Yang dapat Sembuh Melalui Shalat Tahajud.

Demikianlah, Lima Sunnah Rasulullah S.A.W. yang terbukti ilmiah untuk kesehatan tubuh kita, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat, serta pelajaran bagi kita semua, terutama dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi, yang terbukti banyak manfaatnya. Wallahu a’lam bis shawab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *