Nguli Panggul Di Pelabuhan sambil Nguli Dolar di Internet

1 min


Kita tidak bisa memungkiri bahwa dunia teknologi dari masa ke masa semakin berkembang, hal ini dikarenakan tuntutan pekerjaan yang semakin pesat. hal inilah yang membuat peluang digital semakin melebar dan bisa dilakukan oleh siapa pun tanpa ada batasan.

Henry Jufri, adalah seorang manusia biasa alias tidak lulus sekolah dan berhenti pada saat kelas 4 SD ini membuat gempar dunia maya. Siapa sangka dia berhasil mendapatkan penghasilan dari perusahaan besar, google dengan pendapatan kurang lebih $ 1000.

Hal ini membuktikan bahwa siapa pun bisa berhasil jika memiliki kemauan kuat seperti henry jufri, yang hanya memiliki pekerjaan kasar sebagai kuli panggul di pelabuhan makassar. yang patut diacungi jempol adalah keterbatasan finansial dan pengetahuan bukanlah menjadikan halangan untuk bisa berhasil dalam dunia bisnis online.

Pekerjaan Henri Jufri yang lalu hingga kini

Henry jufri berpredikat tidak tamat SD ini membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih dengan keyakinan, ketekunan dan kesabaran. tidak begitu mudah dizaman ini dengan ijazah yang tidak genap tersebut bisa menemukan pekerjaan untuk bisa membutuhi kebutuhan hidup ini.

Dengan kondisi seperti demikian membuat henry jufri menjadikan pekerjaan kasar tersebut adalah profesi yang ia geluti bahkan sampai kini. apa boleh daya hal ini dilakukan untuk menyambung kebutuhan hidup. Namun yang membedakan adalah dia punya sampingan lain alias nguli juga, tapi nguli yang tidak kebanyakan orang bisa melakukannya.

Di kesibukan hal yang lain ternyata henry jufri sedang fokus menggeluti dunia aplikasi android. alibi henry menekuni ini adalah ia menemukan informasi bahwa bidang ini bisa menghasilkan dolar, maka dari itu mulailah untuk mendalami bidang ini.

Lika-Liku Perjalanan menekuni bidang aplikasi android

Sudah tidak bisa ditahan lagi, keinginan besar untuk mendalami aplikasi android membuat ia bergabung dalam komunitas aplikasi android dimakassar. ia mempelajari mulai dari autodidak.

Keterbatasan dalam fasilitas tidak membuat henry putus asa, laptop bekas pun ia beli dengan harga Rp 800 ribu. Dengan keterbatasan informasi mengenai hardware laptop menjadikan henry terbatas dalam mengembangkan aplikasi android. siapa sangka laptop yang ia beli memiliki kapasitas RAM 1 GB, sedangkan untuk bisa membuat aplikasi dengan koding membutuhkan RAM besar.

Hal tersebut tidak membuat dia putus asa, pinjamlah ia kekeluarganya senilai Rp 2.7 juta untuk membeli laptop yang sesuai untuk membuat aplikasi android. setelah laptop baru didapat membuat ia semakin semangat dalam mengembangkan aplikasi terutama aplikasi game adalah aplikasi yang menjadi pilihan.

Alhasil dengan ketekunan dan kesabaran membuat ia sedikit semi sedikit berkembang dan perlahan mulai terlihat hasil yang ia dapatkan dari profit sharing perusahaan ternama google. secara bertahap namun pasti dari $100 menjadi $ 1000.

Henry mengajarkan bahwa perlunya kerja keras dan sabar untuk bisa mewujudkan impiannya menjadi kenyataan dengan menyisihkan waktu 4 -5 jam untuk menekuni apa yang ia sukai. Mudah-mudah kisah inspirasi ini menjadikan pukulan keras untuk kita semua yang masih terlena dalam zona nyaman atau pemuda milenial diluar sana yang masih bermalas malasan.


Like it? Share with your friends!

0
Rohma Dani

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *