Pentingnya Mengetahui Rukun Wudhu!

2 min


Wudhu artinya bersih dan indah. Wudhu adalah tindakan membersihkan atau mensucikan diri dari hadats kecil. Wudhu merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan ibadah shalat, pelasanaan thawaf, membaca dan memegang Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Perintah untuk berwudhu ini tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Maaidah ayat 6.

Sebagaimana ibadah yang lainnya, wudhu juga memliki rukun atau fardhu yang mesti kita ketahui dan fahami agar memenuhi syarat sah dalam melakukannya. Dalam ilmu fiqih Madzhab Syafi’i ditetapkan ada enam yang yang menjadi rukun wudhu.

Sebagaimana disebut dalam kitab Syafinatun Najẚ, yang di karang oleh Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhrami. Rukun wudhu tersebut antara lain:

Niat Berwudhu

Niat berwudhu dilakukan berbarengan pada saat pertama kali membasuh muka.

Membasuh Muka

Batasan bagian muka yang harus di basuh adalah dari tempat tumbuhnya rambut di kepala sampai dengan di bawah ujung kedua rahang. Sedangkan untuk samping adalah di antara kedua telinga. Begitu juga rambut yang tumbuh di bagian muka seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot dan jambang. Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh dari bagian luar sampai ke dalam termasuk kulit yang ditutupinya.

Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Membasuh tangan sebaiknya di awali dengan bagian telapak tangan dan jari tangan, kemudia di lanjutkan sampai ke bagian siku dari tangan. Bagian dianggap siku bila wujudnya ada, walaupun terletak di tempat yang tidak biasa, misal kedua siku tersebut bersambung dengan pundak.

Catatan: Pada rukun wudhu ini sering terjadi kesalahan terutama bagi orang yang menggunakan baju dengan lengan panjang. Seringkali orang tersebut tidak menggulung lengan baju sama di atas siku, sehingga pada saat melakukan rukun ini tidak dilaksanakan secara sempurna. Hal ini menyebabkan tidak sahnya wudhu karena tidak memenuhi syarat sahnya berwudhu.

Membasuh Kepala

Membasuh kepala sampai dengan sebatas rambut yang ada di bagian kepala, jika rambut tersebut melebihi kepala atau panjang sampai punggung maka tidak wajib di basuh.

Membasuh Dua Kaki Sampai Mata Kaki

Bagian kaki yang dibasuh dari mulai telapak kaki, sela-sela jari, hingga bagian kedua mata kaki. Tidak diharuskan membasuh sampai ke betis maupun lutut. Diwajibkan juga membasuh rambut yang ada pada bagian kakai sampai sebatas mata kaki.

Catatan: Sekedar mengingatkan, banyak sekali ummat muslim yang tidak memahami rukun ini, sehingga banyak yang hanya membilas kaki tanpa membasuhnya.

Pernah melakukan hal ini?

asysyariah.com/pembatal-pembatal-wudhu/

Jika iya, maka segeralah diperbaiki, agar syarat sahnya wudhu bisa terpenuhi.

Tertib Atau Berurutan

Tertib dalam berwudhu adalah melakukan kegiatan wudhu secara berurutan sebagaimana yang tertera pada rukun wudhu yang disebutkan tadi. Diawali dengan membasuh muka, memabasuh kedua tangan sampai siku, membasuh kepala, hingga diakhiri dengan membasuh kaki sampai kedua mata kaki.

Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Salim Sumair Al-Hadhrami dan Syaikh Nawawi Al-Bantani, tentang rukun atau fardhu wudhu.

Selain rukun wudhu ada banyak hal yang di sunnahkan dalam berwudhu. Sunnah tersebut adalah, membaca basmalah, menggosok gigi atau bersiwak, membasuh kedua tangan, berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi, membasuh kedua telinga, dan tidak lupa pula mendahulukan bagian tubuh yang kanan, dan lain sebagainya. Wallahu a’lam.


Like it? Share with your friends!

0
Arenugh

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *